Update: Sabtu, 31 Januari 2026 (WIB)
CODE VEIN II datang membawa satu janji besar: “lebih luas, lebih bebas, dan lebih ‘modern’.” Sekuel action RPG bergaya anime ini memperluas formula Soulslike-nya ke struktur open world, menambah kendaraan (motorbike Forma), dan merapikan sistem partner agar terasa seperti duet tempur yang benar-benar tak terpisahkan. Di atas kertas, ini evolusi yang masuk akal.
Masalahnya, “lebih besar” tidak selalu berarti “lebih baik”. Dalam minggu rilisnya, pembicaraan terbesar CODE VEIN II justru berkutat pada dua hal: pacing open world yang mudah terasa repetitif dan isu optimasi/performa (terutama di PC). Hasilnya, game ini jadi love it or hate it—ada yang menikmati fleksibilitas build dan boss fight-nya, tapi tak sedikit yang frustrasi karena teknis dan desain ruang yang terasa hambar.
Info Singkat
- Judul: CODE VEIN II
- Developer: Bandai Namco Studios
- Publisher: Bandai Namco Entertainment
- Genre: Action RPG / Soulslike
- Platform: PS5, Xbox Series X|S, PC (Steam)
Yang Baru dan Paling Kerasa: Partner System + Kendaraan
Dibanding game pertama, CODE VEIN II lebih “berani” mengangkat partner sebagai inti desain. Partner bukan sekadar pengikut; mereka bisa menjadi alat taktis yang mengubah ritme duel, mulai dari menutup celah build kamu sampai menyelamatkan situasi saat pertarungan mulai berantakan.
Di eksplorasi, hadirnya motorbike Forma terdengar sepele, tapi penting untuk game yang kini memecah area menjadi ruang-ruang luas. Sayangnya, desain open world yang tak selalu padat aktivitas membuat perjalanan kadang terasa seperti jeda panjang sebelum kembali ke bagian terbaik game ini: pertarungan.
Highlight fitur baru
- Partner System yang lebih aktif dalam combat dan utility.
- Motorbike Forma untuk traversal.
- Varian kemampuan/“arsenal” yang mendorong eksperimen build.
Combat & Build: Inilah Alasan Orang Tetap Bertahan
Kalau kamu menyukai CODE VEIN pertama karena “bebas ngoprek build”, sekuelnya masih menjaga DNA itu. Inti keseruannya ada pada momen-momen ketika build kamu akhirnya “klik”: pilihan senjata, skill, dan sinergi partner membuat satu boss fight terasa seperti puzzle yang bisa kamu pecahkan dengan cara kamu sendiri.
Di titik terbaiknya, CODE VEIN II memberi sensasi Soulslike yang “fair”: sulit, tapi bisa dipelajari. Namun, begitu kamu terdorong terlalu lama berada di ruang-ruang dungeon yang desainnya kurang variatif, rasa puas itu bisa berubah jadi lelah.
Open World: Ambisi Besar, Tapi Kontennya Tidak Selalu Padat
Inilah bagian paling kontroversial. Banyak ulasan kritikus menilai ekspansi ke open world membuat game kehilangan fokus: area terasa luas, tetapi sering diisi aktivitas berulang dan dungeon yang kurang “nendang”. Ada momen keren, namun jaraknya kadang terlalu jauh sehingga ritme main terasa turun-naik.
Kalau kamu tipe pemain yang betah “menyisir map” demi loot dan build, kamu mungkin masih menikmati fase eksplorasi. Tapi kalau kamu mencari desain level seketat Soulslike klasik, struktur open world CODE VEIN II bisa terasa seperti kompromi yang mahal.
Performa & Teknis: PR Terbesar di Week Launch
Di Steam, respons pemain di awal rilis terlihat cukup keras: status ulasan tercatat Mixed dengan persentase positif sekitar 53% dari ribuan review Steam Purchasers (saat artikel ini ditulis). Keluhan yang paling sering muncul berkisar pada optimasi dan stabilitas performa.
Kabar baiknya, patch awal sudah menambahkan opsi DLSS dan FSR di pengaturan grafis PC, plus perbaikan usability keyboard/mouse. Namun, kalau PC kamu pas-pasan, tetap realistis: game ini tergolong berat.
Catatan penting untuk pemain PC (biar tidak kaget)
- Requirement versi Steam mencantumkan Windows 11 dan storage sekitar 70 GB.
- Tercantum penggunaan DRM Denuvo serta batas aktivasi mesin dalam periode harian.
- Kalau performa drop, prioritaskan menurunkan setting berat (shadow/volumetric/reflections) dan aktifkan upscaler (DLSS/FSR) bila tersedia.
Kelebihan
- Combat tetap jadi bintang: build fleksibel dan boss fight punya momen menegangkan.
- Partner System lebih terasa “berfungsi”, bukan sekadar hiasan.
- Skala game besar; konten cukup untuk pemain yang suka eksplorasi dan eksperimen build.
Kekurangan
- Desain open world/dungeon bisa repetitif; pacing mudah terasa turun.
- Week launch diwarnai isu performa/optimasi (terutama di PC).
- Ambisi “lebih luas” kadang mengorbankan fokus dan kepadatan konten.
Skor & Rekomendasi
Skor Seputar Dunia Games: 7.3/10
CODE VEIN II adalah sekuel yang punya fondasi combat dan build yang kuat, tetapi “menguji kesabaran” lewat pacing open world dan isu teknis.
Rekomendasi beli sekarang untuk fans yang siap kompromi dan punya spek memadai.
Untuk yang sensitif performa atau cepat bosan repetisi, lebih aman menunggu beberapa patch.

Komentar
Posting Komentar