Review MIO: Memories in Orbit — Metroidvania “Watercolor” yang Masuk Game Pass Day One, Kuat di Atmosfer namun Navigasinya Menuntut Sabar
Seputar Dunia Games — Sabtu, 24 Januari 2026
Dalam 96 jam terakhir, MIO: Memories in Orbit ramai diperbincangkan bukan hanya karena tampilannya yang seperti panel komik-cat air yang hidup, tetapi juga karena strategi rilisnya yang agresif: tersedia day one di Xbox Game Pass. Bagi pemain di Indonesia, ini kabar penting—akses jadi lebih mudah, dan metroidvania baru ini bisa dicoba tanpa komitmen beli di awal.
Perlu dicatat, artikel ini adalah review editorial berbasis data resmi (publisher/store) dan konsensus ulasan dari sejumlah media gaming tepercaya. Tujuannya: membantu pembaca memutuskan apakah MIO cocok untuk gaya main mereka—terutama yang sensitif pada isu navigasi, pacing, dan tingkat kesulitan.
Info cepat & platform
- Judul: MIO: Memories in Orbit
- Genre: Metroidvania / action platformer
- Developer / Publisher: Douze Dixièmes / Focus Entertainment
- Rilis: 20 Januari 2026
- Platform: PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch (1 & 2), PC (Steam, Epic, Microsoft Store)
- Game Pass: Day one (Cloud/Handheld/PC/Xbox Series untuk tier yang didukung)
- Status komunitas (Steam): “Mostly Positive” (berdasarkan persentase ulasan pengguna pada halaman store)
Catatan: bila Anda membeli di Steam, pada periode peluncuran sempat tercantum promo diskon (cek ulang karena periode promo bisa berubah).
Premis cerita: robot kecil, kapal raksasa, dan ingatan yang hilang
Anda berperan sebagai MIO, robot lincah yang terbangun di The Vessel—sebuah “bahtera teknologi” yang kini seperti kota mati di angkasa. Lingkungannya terasa seperti perpaduan reruntuhan futuristik dan alam yang mengambil alih: mesin berkarat, koridor retak, dan vegetasi yang merambat masuk ke ruang-ruang yang seharusnya steril.
Misi utamanya cukup klasik untuk metroidvania: jelajah area, kumpulkan “kunci progres” berupa kemampuan baru, lalu buka jalur-jalur yang sebelumnya tertutup. Bedanya, MIO membingkai petualangan itu sebagai misteri: mengapa sistem pengasuh kapal (Pearls) berhenti, dan apa yang sebenarnya terjadi?
Kekuatan utama: visual & audio yang “niat”
Hampir semua ulasan sepakat bahwa MIO adalah game yang “menjual” atmosfer. Creative Bloq menyorot bagaimana estetika watercolor-komik ini bukan sekadar kulit, melainkan inti identitas dunia dan cara pemain “membaca” bioma: setiap zona punya mood dan palet sendiri, terasa seperti membalik halaman novel grafis.
TechRadar juga menekankan kekuatan variasi area dan atmosfer eksplorasinya—hingga membuat pemain rela menelusuri sudut-sudut peta untuk mengejar rahasia, bukan sekadar menyelesaikan misi utama.
Dari sisi audio, beberapa reviewer menilai musik dan soundscape ikut “mengunci” emosi: bagian-bagian tertentu terasa jauh lebih hidup karena komposisi musiknya sengaja menuntun rasa penasaran, tegang, hingga lega. Pada level presentasi, ini salah satu metroidvania indie yang terasa premium.
Gameplay: eksplorasi, progres, dan kenapa navigasi jadi isu
Loop metroidvania MIO sangat jelas: eksplorasi → temukan kemampuan traversal → kembali (backtrack) → buka jalur baru. Masalahnya, pada praktiknya game ini tidak selalu memberi petunjuk progres yang kuat. The Outerhaven menggarisbawahi momen ketika backtracking berubah menjadi “berputar tanpa tujuan” karena minimnya arahan tentang langkah berikutnya.
Ini bukan selalu hal buruk. Untuk pemain yang menikmati eksplorasi organik—mengandalkan observasi lingkungan, menandai sendiri jalur buntu, dan “menabung rasa penasaran”—gaya ini justru memuaskan. Namun untuk pemain yang lebih suka arahan objektif yang tegas, fase pertengahan tertentu bisa terasa melelahkan.
TechRadar memberi konteks yang menarik: awalnya game terasa cukup ramah, lalu meningkat signifikan di area tertentu (vaults), ketika semua kemampuan traversal mulai diuji dalam rangkaian platforming yang lebih menuntut presisi.
Pertarungan & build: fungsional, dengan ruang untuk berkembang
Pertarungan di MIO cenderung solid namun tidak selalu revolusioner. TechRadar menilai combat “bekerja” tetapi tidak sedalam metroidvania terbaik: variasi aksi utama tetap berkutat pada kombo dasar, dodge, dan pemanfaatan ability untuk mobilitas dalam duel.
Yang membantu menjaga rasa segar adalah sistem modul/modifier (serupa “build ringan”) yang memungkinkan penyesuaian gaya main. Anda bisa menambah ketahanan, mengubah cara pemulihan energi, atau mengatur gaya bertahan saat menghadapi ruang-ruang platforming yang brutal. Destructoid juga menekankan bahwa ritme platforming dan eksplorasinya sering menjadi alasan terbesar pemain betah, bahkan ketika tantangannya sedang di puncak.
Opsi assist: jembatan untuk pemain yang tidak ingin “dihukum”
Salah satu poin yang layak diapresiasi adalah adanya opsi bantuan kesulitan. TechRadar mencatat setidaknya ada beberapa mode assist: boss bisa melemah seiring kegagalan, opsi “damai” yang menurunkan agresi musuh non-boss, serta bantuan pemulihan/ketahanan tertentu. Bagi pembaca yang ingin menikmati dunia dan cerita tanpa tersangkut lama di satu boss, fitur ini bukan gimmick—ini penentu kenyamanan.
Kelebihan & kekurangan
Kelebihan
- Art direction unik dan konsisten: watercolor + komik yang membangun identitas dunia.
- Atmosfer eksplorasi kuat: variasi bioma dan rasa “penasaran” yang terus memancing maju.
- Opsi assist tersedia: membantu pemain yang tidak mengejar pengalaman super-punishing.
- Tersedia day one di Game Pass: akses lebih mudah untuk mencoba dan menilai sendiri.
Kekurangan
- Arahan progres kadang minim: backtracking bisa berubah menjadi wandering yang tidak produktif.
- Pacing tantangan naik tajam di beberapa area; platforming dapat menuntut presisi tinggi.
- Combat tidak selalu “wah”: fungsional, tetapi sebagian pemain bisa menginginkan variasi lebih.
Verdict: cocok untuk siapa?
Rekomendasi editorial: 8/10. MIO: Memories in Orbit adalah metroidvania yang sangat layak dilirik karena presentasi visual-audionya menonjol dan eksplorasinya memikat. Namun ia menuntut tipe pemain tertentu: yang nyaman membaca ruang dan bersabar ketika peta tidak memberi jawaban instan.
Cocok untuk Anda jika:
- Suka metroidvania yang menekankan atmosfer dan rasa “menjelajah dunia asing”.
- Senang menemukan rahasia, jalan pintas, dan rute alternatif tanpa dipandu marker yang agresif.
- Ingin opsi assist agar progres tidak mandek karena satu boss/ruang platforming.
Kurang cocok jika:
- Butuh arahan objektif yang tegas dan cepat frustrasi saat harus bolak-balik mencari jalur progres.
- Mengutamakan combat yang sangat kompleks dibanding eksplorasi dan atmosfer.
Jika Anda pengguna Game Pass, ini tipe game yang ideal untuk dicoba: cukup main 60–90 menit untuk menilai apakah “rasa jelajahnya” klik dengan gaya Anda.
FAQ singkat
MIO: Memories in Orbit rilis kapan?
Rilis 20 Januari 2026 di berbagai platform, termasuk PC dan konsol.
Apakah MIO tersedia di Xbox Game Pass?
Ya, tersedia day one di Xbox Game Pass (tergantung tier/dukungan perangkat dan wilayah).
Apakah game ini sulit?
Cukup menantang, terutama di area tertentu, tetapi ada opsi assist untuk mengurangi friksi.
Berapa lama durasi mainnya?
Durasi bervariasi tergantung seberapa jauh Anda mengejar rahasia dan penyelesaian; sebagian ulasan menyebut kisaran belasan jam untuk tamat, dan jauh lebih lama untuk 100%.
Sumber & referensi
- Focus Entertainment — “MIO: Memories in Orbit is out now…” (rilis & platform)
- Xbox Wire — Game Pass Januari 2026 (day one di Game Pass)
- Steam Store — MIO: Memories in Orbit (rilis, ulasan pengguna)
- TechRadar — Review MIO: Memories in Orbit
- Creative Bloq — Review (fokus art direction & eksplorasi)
- Destructoid — Review
- The Outerhaven — Review (catatan soal arah progres & tantangan)
- Focus Community — Pengumuman tanggal rilis & demo

Komentar
Posting Komentar