Review MIO: Memories in Orbit — Metroidvania Cantik yang Lebih Ramah Pemain, Tapi Punya “PR” di Navigasi

 Jakarta, 23 Januari 2026 — Dalam 96 jam terakhir, MIO: Memories in Orbit mendadak ramai dibicarakan karena satu hal yang sulit dibantah: ia tampil berbeda. Bukan sekadar “metroidvania lagi”, game ini menawarkan dunia sci-fi yang terasa seperti lukisan cat air + komik Eropa yang bergerak—dan itu membuatnya menonjol di minggu rilisnya.

Game ini resmi meluncur pada 20 Januari 2026 dan tersedia di PC, PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch, dan Switch 2.

Catatan redaksi (transparansi): Artikel ini disusun sebagai review editorial berbasis data resmi (publisher/store) dan rangkuman penilaian dari beberapa media tepercaya yang sudah mempublikasikan ulasan rilis.

Review MIO: Memories in Orbit, game metroidvania sci-fi dengan robot MIO menjelajah kapal antariksa The Vessel. 

Informasi game (ringkas)

  • Judul: MIO: Memories in Orbit

  • Developer / Publisher: Douze Dixièmes / Focus Entertainment

  • Rilis: 20 Januari 2026

  • Genre: Platformer, Metroidvania

  • Rating pengguna (Steam): “Very Positive”, 80% dari 358 ulasan pengguna positif (saat halaman diakses)


Premis: robot kecil, kapal raksasa, dan ingatan yang hilang

Anda bermain sebagai MIO, robot lincah yang terbangun di The Vessel—sebuah “bahtera teknologi” yang kini jadi reruntuhan, ditumbuhi vegetasi, dan dipenuhi mesin/AI liar. Sistem pengasuh AI bernama Pearls berhenti berfungsi, dan kapal menghadapi shutdown permanen.

Secara struktur tujuan utamanya sederhana: menyusuri area demi area, membuka kemampuan traversal baru, dan menambal “kerusakan besar” yang mengunci progres. Ulasan TechRadar menggambarkan alur awal sebagai petualangan metroidvania yang relatif “lebih bersahabat”, lalu meningkat tajam di bagian-bagian tertentu.


Yang paling kuat: presentasi visual yang “mahal” untuk ukuran indie

Daya pikat utama MIO ada pada art direction. Creative Bloq menekankan bagaimana gaya komik-cat air ini bukan kosmetik semata: ia membentuk cara pemain membaca ruang—tiap bioma punya nuansa dan palet yang terasa seperti membalik halaman panel ilustrasi.

The Escapist juga mengakui kualitas visualnya sebagai salah satu yang paling menonjol, bahkan ketika mereka kritis pada sisi gameplay.

Di sisi lokal/regional, Gamereactor Asia menilai game ini sebagai metroidvania yang “berfungsi sangat baik” dan terasa jelas terinspirasi oleh raksasa genre seperti Ori dan Hollow Knight—dengan nada yang positif.

Intinya: jika Anda mengejar game yang “enak dipandangi” dan memancing eksplorasi karena rasa ingin tahu, MIO berada di jalur yang tepat.


Eksplorasi & progres: memuaskan, tetapi arah tujuan kadang membuat lelah

Sebagai metroidvania, MIO bermain di rumus klasik: jelajah–kunci kemampuan–kembali ke area lama–temukan rute baru. Secara fitur, Focus menyebut Anda akan mengumpulkan kemampuan mobilitas seperti wall clinging, glide, hingga grappling hook untuk menembus labirin The Vessel.

Namun, di sinilah muncul “PR” yang paling sering disebut: navigasi dan kejelasan progres.

  • The Escapist menilai desain progresnya kerap membuat pemain tidak yakin harus ke mana, dan peta/penanda bisa kurang membantu, sehingga sebagian waktu habis untuk bolak-balik tanpa tujuan jelas.

  • Sisi positifnya, Creative Bloq melihat eksplorasinya sebagai salah satu kekuatan—dengan catatan bahwa ada momen yang menuntut presisi tinggi.

Pembacaan redaksi: MIO tampak dirancang untuk pemain yang suka “tersesat terarah” (membaca ruang, menandai sendiri, mengejar jalur rahasia). Jika Anda tipikal pemain yang ingin arahan objektif tegas, Anda mungkin lebih cepat frustrasi.


Pertarungan & boss: fungsional, tidak selalu ikonik

Combat MIO membawa beberapa ide menarik: MIO menggunakan “rambut/kabel” sebagai senjata (The Escapist menyorot ini sebagai konsep yang bagus), tetapi mereka juga mengkritik desain musuh/boss yang terasa generik dan tidak sefantastis dunianya.

Creative Bloq juga menempatkan “sebagian boss fight lemah” sebagai kekurangan, meski keseluruhan pengalaman tetap dinilai kuat.

Untuk konten, halaman resmi menyebut ada 30+ tipe musuh dan 15 guardian boss.
Jumlahnya banyak, tetapi kualitas “rasa” pertarungan akan sangat bergantung pada apakah Anda menyukai pola serangan dan tempo yang ditawarkan.


Difficulty & opsi Assist: poin plus untuk banyak pemain

Salah satu alasan game ini cepat mendapat simpati adalah pendekatannya pada aksesibilitas.

TechRadar menuliskan adanya beberapa opsi Assist yang berfokus pada pengurangan friksi (misalnya boss jadi lebih mudah seiring percobaan gagal, opsi yang menahan agresi musuh non-boss, dan bantuan survivability).
The Escapist juga menyorot fitur Assist yang bisa melemahkan boss bertahap dan opsi perlindungan tambahan untuk membantu melewati bagian platforming yang “kejam”.

Untuk pembaca Indonesia: ini penting, karena banyak metroidvania modern sering dianggap “terlalu menghukum”. MIO tampaknya sengaja membuka pintu lebih lebar untuk pemain yang ingin menikmati eksplorasi dan atmosfer tanpa mentok di satu boss selama berjam-jam.


Durasi main: jangan tertipu tampilan “imut”

Soal lama permainan, TechRadar menyebut mereka menamatkan salah satu ending sekitar belasan jam dan mengutip klaim developer bahwa menyapu 100% bisa 25–40 jam.
The Escapist juga menyebut rentang 25–40 jam bergantung seberapa jauh Anda mengeksplorasi.


Performa & spesifikasi PC (Steam)

Jika Anda main di PC, Steam mencantumkan target 60 FPS pada 1080p bahkan di preset Low/High, dengan storage yang relatif ringan (4 GB).

Minimum (60 FPS 1080p “Low”):

  • Windows 10/11 64-bit

  • Ryzen 3 1200 / Core i3-6100

  • RAM 8 GB

  • RX 460 / GTX 1050 Ti

Recommended (60 FPS 1080p “High”):

  • Ryzen 3 1300X / Core i3-8100

  • RAM 8 GB

  • RX 570 / GTX 1650


Dukungan bahasa: belum ada Bahasa Indonesia

Di Steam, daftar bahasa mencakup English dan sejumlah bahasa lain, tetapi tidak mencantumkan Bahasa Indonesia.
Bagi sebagian pemain, ini bukan masalah. Namun jika Anda mengejar cerita/lore tanpa hambatan, faktor bahasa layak dipertimbangkan.


Kelebihan

  • Art direction sangat menonjol; “watercolor-komik” yang jarang ada di metroidvania arus utama.

  • Eksplorasi terasa “mengundang” dan membangun atmosfer kuat.

  • Opsi Assist membantu pemain yang tidak ingin game terlalu menghukum.

Kekurangan

  • Navigasi/progres bisa membingungkan dan memicu bolak-balik tanpa arah.

  • Pertarungan/boss tidak selalu seikonik visual dunianya; beberapa ulasan menilai boss fight kurang kuat.

  • Belum ada Bahasa Indonesia (berdasarkan daftar bahasa Steam).


Rekomendasi: siapa yang paling cocok membeli?

Cocok untuk Anda jika:

  • Mencari metroidvania yang menekankan atmosfer dan eksplorasi, dengan tampilan artistik yang kuat.

  • Ingin tingkat kesulitan yang bisa “diakali” lewat opsi Assist.

Kurang cocok jika:

  • Anda butuh petunjuk objektif yang sangat jelas dan tidak suka tersesat.

  • Anda menuntut boss design yang selalu spektakuler dan mekanik pertarungan yang benar-benar “fresh”.


Skor redaksi (berdasarkan konsensus sumber & data store)

8/10 — “Wajib lirik” untuk penggemar metroidvania yang memprioritaskan eksplorasi dan visual, dengan catatan navigasi bisa menguji sabar.
Penilaian ini sejalan dengan nada ulasan yang cenderung positif pada aspek art/eksplorasi (Creative Bloq, TechRadar, Gamereactor) sambil tetap mengakui kritik pada gameplay/navigasi (The Escapist), serta sinyal awal penerimaan komunitas Steam yang “Very Positive”.


FAQ (untuk snippet Google)

Q: MIO: Memories in Orbit rilis kapan dan di platform apa?
A: Rilis 20 Januari 2026 untuk PC, PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch, dan Switch 2.

Q: Apakah MIO: Memories in Orbit sulit?
A: Game ini menantang, tetapi tersedia opsi Assist untuk membantu (misalnya boss melemah seiring percobaan gagal dan bantuan survivability).

Q: Apakah ada Bahasa Indonesia?
A: Di Steam, daftar bahasa tidak mencantumkan Bahasa Indonesia.

Sumber
https://www.focus-entmt.com/en/news/mio-memories-in-orbit-sets-course-for-january-20-2026
https://store.steampowered.com/app/1672810/MIO_Memories_in_Orbit/

Komentar