Review Quarantine Zone: The Last Check — Ide “Papers, Please” Versi Zombie yang Viral, Kini Makin Stabil Setelah Hotfix 17 Januari
Di tengah banjir game zombie yang biasanya berakhir pada “tembak dulu, tanya belakangan”, Quarantine Zone: The Last Check mengambil jalur yang tidak lazim: Anda bukan pahlawan bersenjata, melainkan petugas pemeriksa yang menentukan siapa yang lolos ke zona aman—dan siapa yang harus ditahan, dikarantina, atau “dilikuidasi”. Premis ini yang membuatnya cepat melejit di Steam, sekaligus memunculkan perdebatan klasik: konsepnya kuat, tetapi apakah eksekusinya cukup dalam untuk bertahan lama?
Pada artikel ini, penilaian disusun dari data publik Steam (rating, harga, spesifikasi) dan rangkuman sejumlah ulasan media tepercaya, serta perkembangan patch terbaru yang rilis dalam beberapa hari terakhir.
Ringkasan cepat
-
Judul: Quarantine Zone: The Last Check
-
Platform: PC (Steam)
-
Rilis: 12 Januari 2026
-
Developer/Publisher: Brigada Games / Devolver Digital
-
Rating pengguna Steam (saat artikel ini ditulis, 21 Jan 2026): “Mostly Positive” untuk ulasan bahasa Inggris (76% dari 2.489 ulasan)
-
Highlight update terbaru: Hotfix #3 (17 Januari 2026) memperbaiki crash, UI quest, sejumlah bug gejala, dan akurasi penilaian inspeksi
Konsep & gameplay: administrasi berdarah dingin, bukan baku tembak
Secara struktur, game ini memindahkan ketegangan ala Papers, Please ke skenario wabah zombie: gelombang penyintas datang, Anda memeriksa fisik dan gejala, mencari barang selundupan, lalu memutuskan rute mereka—masuk kamp, karantina, atau eksekusi bila terbukti terinfeksi. PC Gamer menyebutnya sebagai simulasi pemeriksaan medis orang-orang yang masuk ke pos militer, dengan fokus besar pada pemeriksaan detail (mata, ruam, mulut, sampai rontgen) dan keputusan yang cepat.
Yang membuatnya “nempel” di jam-jam awal adalah ritme kerja yang memuaskan: ada rasa puas ketika prosedur Anda rapi, temuan kontrabannya tepat, dan “error kecil” berhasil dihindari. Steam sendiri menekankan pilar permainan yang serupa—screening, manajemen sumber daya, penguatan pertahanan, dan konsekuensi keputusan.
Yang paling kuat: sistem inspeksi yang menjijikkan tapi efektif
Kalau Anda tipe pemain yang suka mikir “ini pasien sehat atau sedang menyembunyikan sesuatu?”, The Last Check punya amunisi yang cukup. Dari sisi desain, inspeksi dibuat “cukup kotor” untuk terasa berbeda dari game manajemen biasa: pemeriksaan gejala, pemilahan penyintas, hingga momen-momen absurd soal penyelundupan barang yang—jujur saja—kadang terlalu niat.
PC Gamer menilai sistem pemeriksaannya “cerdas dan grisly”, dan ini memang sisi terbaik game: membuat aktivitas administrasi terasa menegangkan, bukan monoton sejak menit pertama.
Masalah utamanya: repetitif lebih cepat daripada yang seharusnya
Di titik tertentu, Anda akan menyadari pola: variasi kasus tidak berkembang secepat kebutuhan jam bermain. PC Gamer secara terang menyebut pemeriksaan menjadi repetitif dan elemen manajemen basis terasa “terlalu tipis”, sehingga daya tariknya turun sebelum konten benar-benar habis; mereka juga menyebut campaign dapat diselesaikan di bawah 12 jam.
Ini penting untuk calon pembeli: game ini bagus ketika Anda masih belajar “bahasa” inspeksinya, tetapi ketika kurva pembelajaran melandai, game butuh variasi lebih banyak—baik dari gejala, tipe penyintas, maupun layer manajemen kamp yang lebih bermakna.
Kabar baik: Hotfix 17 Januari mulai membenahi “rasa tidak adil” saat inspeksi
Dalam genre seperti ini, bug kecil bisa terasa seperti sabotase. Saat Anda kalah bukan karena salah analisis, tetapi karena sistemnya tidak konsisten, motivasi pemain cepat runtuh.
Hotfix #3 tanggal 17 Januari 2026 cukup relevan karena menyasar titik-titik yang langsung memengaruhi pengalaman inti: perbaikan crash saat berganti alat, perbaikan tampilan/urutan penemuan gejala di lab, pembenahan gejala yang muncul/hilang “aneh” di karantina, dan—yang krusial—perbaikan penilaian inspeksi agar mengurangi kasus skor “Poor Inspection” yang sebelumnya lebih sering dari semestinya.
Intinya: jika Anda sempat ragu karena cerita “bug dan skor tidak masuk akal”, update terbaru ini mengindikasikan developer bergerak cepat.
Popularitas & konten kolaborasi: DBD mampir ke pos pemeriksaan
Untuk menjaga percakapan tetap panas, game ini juga menggandeng Dead by Daylight lewat update gratis yang menambahkan cameo survivor (Dwight, Meg, Claudette, Jake) sebagai “pengunjung” yang bisa muncul di checkpoint.
Buat pemain, ini bukan sekadar fan service: cameo semacam ini menambah variasi encounter, meski pada akhirnya kualitas jangka panjang tetap ditentukan oleh variasi sistemik (gejala, event, progression) yang lebih luas.
Spesifikasi PC: relatif ramah, tapi target 60 FPS butuh kelas menengah
Berdasarkan halaman Steam, kebutuhan penyimpanan ada di kisaran 12 GB, dengan target performa yang dibedakan jelas:
-
Minimum (1080p Low, 30+ FPS): i7-5820K / FX-8370, RAM 8 GB, GTX 980 / RX 470 / Arc A380
-
Recommended (1080p High, 60 FPS): i7-10700 / Ryzen 5 5600X, RAM 16 GB, RTX 2080 / RX 5700
Kalau Anda mengejar pengalaman inspeksi yang nyaman (banyak UI, banyak switching alat), stabilitas frame rate terasa penting. Pastikan juga driver GPU Anda aman—hotfix bahkan menambahkan prompt khusus untuk pengguna AMD terkait versi driver tertentu.
Harga & value: menarik saat diskon rilis, lebih aman bila Anda “tipe pemain yang tepat”
Di Steam, game ini sedang periode diskon peluncuran (tercantum berakhir 26 Januari) dan sudah mengumpulkan volume ulasan yang besar dengan status “Mostly Positive”.
Namun, value-nya sangat bergantung pada selera:
-
Cocok untuk: penggemar sim kerja, game deduksi, manajemen berbasis prosedur, dan pemain yang menikmati ketegangan moral tanpa harus ada cerita sinematik panjang.
-
Kurang cocok untuk: yang butuh variasi konten besar sejak awal, atau mengharapkan manajemen basis sedalam city builder/colony sim.
Verdict: layak dipantau—beli sekarang bila Anda memang mengejar “sim inspeksi”, selain itu tunggu 1–2 update lagi
Hotfix 17 Januari adalah sinyal positif bahwa developer responsif, dan itu penting untuk game sistemik yang hidup-mati kualitasnya bergantung konsistensi mekanik.
Rekomendasi editorial:
-
Jika Anda suka genre “cek-cek” ala Papers, Please: boleh ambil saat diskon peluncuran, karena jam-jam awalnya kuat.
-
Jika Anda ragu dengan repetisi/variasi: simpan di wishlist, pantau patch berikutnya, baru masuk saat kontennya lebih matang.
FAQ
Q: Quarantine Zone: The Last Check tentang apa?
A: Simulasi first-person di mana Anda memeriksa penyintas di checkpoint saat wabah zombie, memutuskan siapa yang masuk kamp, dikarantina, atau dieliminasi.
Q: Apakah game ini sudah dapat hotfix penting?
A: Ya. Hotfix #3 pada 17 Januari 2026 memperbaiki crash, UI quest, dan sejumlah masalah gejala/penilaian inspeksi.
Q: Berapa kira-kira spesifikasi PC yang dibutuhkan?
A: Steam mencantumkan minimum RAM 8 GB dan target 30+ FPS di 1080p Low; recommended RAM 16 GB untuk 60 FPS di 1080p High.
Q: Ada konten crossover Dead by Daylight?
A: Ada update gratis yang menghadirkan beberapa survivor DBD sebagai cameo yang bisa muncul di checkpoint.

Komentar
Posting Komentar