Review Planet of Lana 2: Children of the Leaf, Sekuel Indah yang Bikin Genre Puzzle-Adventure Naik Kelas
Di tengah deretan rilisan awal Maret 2026, Planet of Lana 2: Children of the Leaf muncul sebagai salah satu game yang paling banyak mendapat respons positif dari media game internasional. Sekuel garapan Wishfully dan Thunderful ini resmi meluncur 5 Maret 2026 untuk PC, PS5, PS4, Xbox Series X|S, Xbox One, Nintendo Switch, dan Nintendo Switch 2. Situs resmi game menegaskan bahwa seri ini tetap membawa identitasnya sebagai hand-painted cinematic puzzle adventure, sementara Metacritic mencatat game ini langsung dibanjiri ulasan kritikus sejak hari rilis.
Dari sisi cerita, Planet of Lana 2 tidak sekadar mengulang formula lama. Hubungan Lana dan Mui tetap menjadi pusat pengalaman bermain, tetapi nuansa petualangannya kini terasa lebih emosional dan lebih berat. Thunderful sebelumnya menyebut sekuel ini memperdalam skala cerita dan konflik personal Lana, dan sejumlah ulasan awal menilai pendekatan itu berhasil membuat perjalanan terasa lebih berarti, bukan hanya cantik secara visual.
Untuk gameplay, peningkatan terbesar ada pada puzzle dan ritme platforming. Creative Bloq menyorot hadirnya mekanik baru seperti gerakan yang lebih lincah, stealth, dan puzzle yang lebih kompleks. Game Rant juga menilai variasi gameplay-nya lebih kaya dibanding pendahulunya, meski masih ada kritik bahwa sebagian mekanik baru tidak selalu terasa revolusioner. Artinya, Planet of Lana 2 bukan game yang berusaha mengacak-acak genre, tetapi ia sangat rapi dalam menyempurnakan fondasi yang sudah kuat.
Kekuatan terbesarnya justru ada pada konsistensi. Saat banyak game sequel tergoda untuk menjadi terlalu besar atau terlalu sibuk, Planet of Lana 2 tetap fokus pada identitasnya: petualangan sinematik, puzzle yang enak diikuti, dan atmosfer yang tenang tetapi tetap menegangkan. Polygon menekankan bahwa game ini tetap mudah direkomendasikan bahkan untuk pemain yang belum memainkan seri pertamanya, karena kualitas penceritaan dan desain dunianya bisa berdiri sendiri.
Tetap ada kekurangan. Beberapa reviewer menilai sekuel ini masih bermain aman. TechRaptor menyebut ada rasa “risk-averse”, sementara sebagian kritik lain menyorot bahwa inovasinya tidak selalu sebesar kualitas presentasinya. Jadi, bagi pemain yang mencari lompatan radikal, Planet of Lana 2 mungkin terasa lebih seperti evolusi halus daripada revolusi besar. Namun untuk pasar yang menghargai kualitas artistik, pacing rapi, dan pengalaman yang emosional, pendekatan ini justru menjadi nilai jual utamanya.
Kesimpulan Review
Planet of Lana 2: Children of the Leaf layak disebut sebagai salah satu rilisan paling kuat di pekan ini. Ia tidak bergantung pada sensasi besar, melainkan pada eksekusi yang presisi: visual cantik, cerita hangat, puzzle lebih matang, dan atmosfer yang konsisten dari awal sampai akhir. Untuk pembaca Indonesia yang menyukai game story-driven, puzzle-adventure, atau pengalaman single-player yang tidak terlalu panjang tetapi berkesan, judul ini sangat layak masuk daftar beli.
Sumber Referensi
-
Thunderful Games, pengumuman tanggal rilis resmi 5 Maret 2026.
-
Polygon, review awal yang menilai game ini sebagai salah satu rilisan terbaik 2026 sejauh ini.
-
Creative Bloq, review yang menyorot kualitas visual, narasi, dan peningkatan puzzle.
Komentar
Posting Komentar