Review Rise of the Ronin PC: Combat Samurai Solid, Tapi Optimasi Jadi Titik Lemah

 Setelah lebih dulu hadir di PlayStation 5, Rise of the Ronin akhirnya meluncur di Steam pada 10 Maret 2025 sebagai versi PC yang membawa sejumlah fitur tambahan seperti dukungan ultrawide, 8K, 120fps, 3D audio, serta pengaturan keyboard dan mouse yang bisa dikustomisasi. Secara resmi, Koei Tecmo dan Team Ninja memasarkan game ini sebagai action RPG open-world berlatar Jepang era Bakumatsu, dengan fokus pada kebebasan pemain dalam menentukan arah cerita dan gaya bertarung.

Di atas kertas, semua itu terdengar seperti paket ideal untuk gamer PC. Masalahnya, respons awal justru tidak sepenuhnya positif. Saat peluncuran, versi Steam sempat mendapat ulasan pengguna Mixed, dan laporan dari GamesRadar menyorot banyak keluhan performa, termasuk stuttering dan optimasi yang dinilai buruk bahkan di perangkat kelas atas. TechRadar juga menyorot laporan bahwa game ini bermasalah di GPU sangat kuat seperti RTX 4090, dengan stutter dan perilaku frame rate yang tidak stabil.

Kalau bicara soal isi game-nya sendiri, Rise of the Ronin sebenarnya punya fondasi yang kuat. Team Ninja berhasil membawa gaya bertarung yang agresif dan teknis ke dalam format open-world. Review TechRadar untuk game ini menyebutnya sebagai action RPG yang berhasil memenuhi fantasi samurai dan eksplorasi dunia terbuka, walau masih terasa kasar di beberapa sisi dan agak repetitif. Dengan kata lain, dari sisi gameplay inti, game ini tetap punya daya tarik besar—terutama untuk pemain yang suka duel cepat, parry, dan kombinasi senjata jarak dekat dengan senjata api era modern awal.

Masalah terbesar versi PC justru ada pada sisi teknisnya. PC Gamer menilai Rise of the Ronin sebagai action RPG ambisius yang “rusak” oleh optimasi PC yang buruk. Mereka menyebut pengalaman bermain di PC penuh ketidakpastian karena performa yang tidak konsisten, sesuatu yang sangat mengganggu untuk game yang seharusnya menonjolkan ketepatan timing dalam combat. Untuk pemain Indonesia yang memakai PC menengah ke atas, ini menjadi catatan penting: kualitas game-nya ada, tetapi port-nya tidak datang dalam kondisi terbaik. 

Kelebihan

  • Combat Team Ninja tetap jadi daya tarik utama.

  • Latar Jepang era Bakumatsu memberi identitas yang kuat.

  • Versi PC membawa fitur modern seperti ultrawide, 8K, dan 120fps.

Kekurangan

  • Optimasi PC menjadi masalah terbesar sejak hari pertama.

  • Ulasan pengguna Steam sempat berada di status Mixed saat peluncuran.

  • Beberapa bagian open-world dan struktur gamenya terasa repetitif.


Sumber Referensi  

Komentar