Genre stealth kembali mendapat perhatian di awal tahun 2026 melalui rilis Styx: Blades of Greed, game terbaru dari developer Cyanide dan publisher Nacon. Dirilis pada 19 Februari 2026, game ini menjadi sekuel dari Styx: Shards of Darkness (2017) dan menghadirkan pendekatan gameplay yang jauh lebih ambisius dibandingkan seri sebelumnya.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah media game internasional seperti IGN dan Eurogamer membahas bagaimana game ini mencoba menghidupkan kembali genre stealth klasik dengan pendekatan dunia semi-terbuka dan sistem eksplorasi yang lebih bebas.
Review Styx: Blades of Greed
Gameplay: Stealth Kreatif dengan Banyak Pilihan Strategi
Dalam game ini pemain kembali mengendalikan Styx, goblin pencuri yang terkenal dengan sifat sarkastiknya. Misi utamanya adalah menyusup ke benteng Inquisition untuk mencuri sumber daya bernama Quartz.
Berbeda dari game sebelumnya, desain level kini lebih luas dan semi-open world sehingga pemain bisa:
-
Memilih banyak jalur infiltrasi
-
Menggunakan gadget seperti grappling hook dan glider
-
Menggabungkan kemampuan sihir untuk manipulasi musuh
Pendekatan ini memberi kebebasan strategi yang jauh lebih besar dibandingkan stealth game linear.
Desain Dunia: Semi-Open yang Lebih Eksploratif
Salah satu perubahan besar di Blades of Greed adalah struktur dunia yang tidak lagi menggunakan level tradisional. Developer mengganti sistem lama dengan area besar yang bisa dijelajahi bebas, mirip konsep Metroidvania di mana kemampuan baru membuka akses ke area sebelumnya.
Hal ini membuat eksplorasi terasa lebih memuaskan karena pemain dapat menemukan jalur rahasia, shortcut, dan solusi kreatif untuk setiap misi.
Sistem Ability dan Gadget
Styx tidak hanya mengandalkan sembunyi-sembunyi. Ia juga memiliki kemampuan magis yang berasal dari Quartz, seperti:
-
Mengendalikan pikiran musuh
-
Memperlambat waktu
-
Membuat klon untuk distraksi
Kombinasi kemampuan ini menciptakan gameplay stealth yang fleksibel dan memberi pemain banyak cara untuk menyelesaikan objective.
Visual dan Atmosfer
Game ini dibangun menggunakan Unreal Engine 5, menghasilkan lingkungan yang lebih detail dan atmosfer yang lebih hidup dibanding seri sebelumnya.
Meski tidak se-sinematik game AAA besar, desain artistik dunia fantasi gelapnya tetap menarik dan konsisten dengan gaya seri Styx.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
-
Sistem stealth yang fleksibel dan kreatif
-
Dunia semi-open yang lebih luas untuk eksplorasi
-
Gadget dan kemampuan magis variatif
-
Desain level mendorong pendekatan taktis
Kekurangan
-
Kontrol karakter kadang terasa kaku
-
Cerita kurang kuat dibanding gameplay
-
Beberapa masalah performa di PC tertentu
Komentar
Posting Komentar