Review WWE 2K26: Gameplay Makin Tajam, Roster Makin Gila, Tapi Monetisasi Bikin Banyak Pemain Geram

 Kalau melihat pergerakan topik game dalam empat hari terakhir, WWE 2K26 termasuk judul yang paling mudah dijadikan artikel review karena punya dua hal yang biasanya dicari pembaca: nama besar dan kontroversi baru. Secara resmi, game ini hadir di PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC, dengan fokus besar pada CM Punk’s 2K Showcase, The Island, MyRISE, MyFACTION, MyGM, dan roster lebih dari 400 karakter.

Dari sisi gameplay inti, WWE 2K26 justru mendapat respons yang cukup positif. TechRadar menilai seri ini terus membaik dengan sistem grappling yang lebih enak dimainkan dan stamina yang membuat pertandingan terasa lebih taktis. GameSpot juga menyebutnya sebagai “wrestling game we need right now”, menekankan bahwa perubahan kecil yang ditumpuk bersama-sama membuat pengalaman di atas ring terasa lebih seru daripada edisi sebelumnya. GamesRadar bahkan menyebut aksi di ring sebagai salah satu kekuatan terbesar game ini, meski mereka tetap mengkritik sistem reward-nya.


Masalahnya muncul begitu pembahasan bergeser dari ring ke ekonomi dalam game. Dalam 2–3 hari terakhir, WWE 2K26 ramai dikritik karena Ringside Pass dan monetisasi yang dianggap terlalu agresif. Times of India merangkum backlash pemain setelah game ini mendapat respons negatif di Steam, sementara MP1st dan Game Rant melaporkan rating pengguna Steam berada di kisaran Mixed dengan hanya sekitar 50–51% ulasan positif pada saat artikel mereka tayang. Kritik utama mengarah ke model progres, grind, dan dorongan belanja tambahan yang dinilai terlalu jauh untuk game premium.

Di sinilah angle review-nya jadi menarik untuk media Indonesia: WWE 2K26 adalah game yang bagus saat dimainkan, tapi menjengkelkan saat sistem monetisasinya mulai terasa. TechRadar terang-terangan menyebut game ini membaik dari sisi gameplay, tetapi memburuk dari sisi monetisasi. Game Informer juga mengambil nada serupa: aksi di ring tetap menyenangkan, namun beberapa mode justru terasa mundur dan fokus pada monetisasi makin mengganggu. Jadi, nilai game ini benar-benar tergantung pada mode apa yang ingin dimainkan pembaca.

Kalau target artikelmu adalah pembaca umum gamer Indonesia, posisi paling aman adalah begini: WWE 2K26 layak dimainkan untuk fans wrestling dan pemain yang fokus ke gameplay inti, tetapi tidak otomatis layak dibeli penuh untuk semua orang, terutama bagi pemain yang sensitif terhadap battle pass, grind, dan penguncian progres. Dengan bahasa sederhana, game ini punya pondasi ring yang bagus, tetapi keputusan bisnis 2K menahan potensinya untuk jadi rilis wrestling terbaik tanpa catatan.

Kelebihan

  • Gameplay di atas ring lebih enak, lebih taktis, dan terasa makin matang.

  • Roster sangat besar, dengan 400+ Superstar dan Legends.

  • CM Punk Showcase jadi nilai jual besar untuk fans WWE modern.

  • Secara agregat, penerimaan kritikus tetap kuat.

Kekurangan

  • Monetisasi Ringside Pass jadi sorotan negatif terbesar pasca-rilis.

  • Review pengguna Steam sempat berada di status Mixed sekitar 50–51% positif dalam laporan awal.

  • Beberapa mode dinilai mundur atau terasa lebih dibatasi dibanding fondasi gameplay-nya.


Sumber Referensi

Komentar