Harga Lenovo Legion Go 2 Melonjak Tajam, Pasar Handheld Gaming Premium Mulai Tertekan Krisis RAM dan Storage

 Pasar perangkat gamer kembali diguncang dalam beberapa hari terakhir setelah Lenovo Legion Go 2 mengalami lonjakan harga yang tajam di pasar Amerika Serikat. Dalam laporan The Verge yang terbit 4 hari lalu, model Legion Go 2 dengan AMD Ryzen Z2 tercatat dijual US$1.499, sementara varian Ryzen Z2 Extreme menyentuh US$1.999. Kenaikan ini disebut mencapai US$650 dibanding harga awal model tertinggi yang sebelumnya berada di kisaran US$1.349.

Kenaikan harga yang sulit diabaikan

Secara posisi produk, Legion Go 2 bukan handheld biasa. Lenovo memasarkan perangkat ini sebagai handheld gaming premium dengan layar OLED 8,8 inci 144Hz, controller detachable Legion TrueStrike, dan baterai 74Wh yang lebih besar dari generasi sebelumnya. Halaman resmi Lenovo juga menegaskan adanya opsi hingga AMD Ryzen Z2 Extreme dengan grafis Radeon berbasis RDNA 3.5, membuat perangkat ini jelas diarahkan ke kelas atas.

Masalahnya, saat harga naik ke US$1.999, posisi Legion Go 2 berubah drastis. The Verge menyorot bahwa pada titik harga ini, handheld Lenovo itu bahkan mendekati dua kali lipat harga Asus Xbox Ally X yang berada di kisaran US$999 dengan chip AMD yang sekelas. Itu membuat pembahasan Legion Go 2 kini bukan lagi soal fitur unggulan, melainkan soal seberapa masuk akal harga handheld gaming premium di tengah biaya komponen yang terus menanjak. 

Kenapa harga bisa melonjak?

The Verge menyebut lonjakan harga ini sebagai bagian dari krisis hardware yang lebih besar, terutama akibat meningkatnya biaya memori dan penyimpanan. Dampaknya tidak hanya dirasakan Lenovo. Dalam laporan yang sama, media tersebut menyebut sejumlah produsen lain juga terdampak: ada perangkat handheld yang dibatalkan, ada model yang dihentikan, dan ada hardware gaming lain yang harganya ikut naik.

Dampaknya bagi pasar perangkat gamer

Dari sisi industri, kasus Legion Go 2 memberi sinyal bahwa pasar handheld gaming premium sedang memasuki fase yang lebih sulit. Ketika harga produk melonjak terlalu cepat, vendor berisiko kehilangan daya tarik di mata gamer yang mulai membandingkan perangkat handheld dengan laptop gaming, mini PC, atau bahkan konsol rumahan. Itu membuat persaingan tidak lagi hanya soal performa, tetapi juga soal nilai beli. Analisis ini merupakan inferensi dari selisih harga baru Legion Go 2 dengan produk pesaing dan karakter pasar handheld premium saat ini.

Untuk gamer Indonesia, situasi ini bisa berarti dua hal. Pertama, harga handheld premium impor berpotensi makin sulit diprediksi dalam beberapa bulan ke depan. Kedua, calon pembeli mungkin akan lebih berhati-hati dan membandingkan perangkat berdasarkan efisiensi harga, bukan hanya spesifikasi mentah. Dengan kata lain, tren perangkat gamer 2026 mulai menunjukkan bahwa krisis komponen kini benar-benar memengaruhi keputusan beli di level konsumen.

Sumber Referensi

  • The Verge — laporan 4 hari terakhir tentang lonjakan harga Legion Go 2 dan kaitannya dengan krisis RAM dan storage.
  • Lenovo official product page — spesifikasi resmi Legion Go 2, termasuk layar OLED 8,8 inci 144Hz, baterai 74Wh, dan opsi AMD Ryzen Z2 / Z2 Extreme.
  • Notebookcheck / PCWorld — konteks tambahan soal besar kenaikan harga dan posisinya dibanding MSRP awal.
  • Komentar