Diablo IV: Lord of Hatred menjadi salah satu topik review paling panas pekan ini. Blizzard membawa ekspansi kedua Diablo IV dengan fokus yang jauh lebih besar dibanding sekadar tambahan cerita. Di dalamnya ada dua class baru, yaitu Paladin dan Warlock, wilayah baru Skovos, lanjutan konflik melawan Mephisto, serta berbagai pembaruan sistem seperti endgame overhaul, Horadric Cube, dan set bonuses.
Kekuatan utama ekspansi ini ada pada rasa “lengkap” yang sebelumnya sering dicari pemain Diablo IV. Review PC Gamer menilai Lord of Hatred memberi kedalaman lebih besar pada action RPG Blizzard lewat skill tree yang lebih fleksibel, crafting yang lebih berarti, dan dua class baru yang langsung terasa punya identitas. Warlock disebut menarik karena mekanik demon-summoning dan eksperimen build yang lebih terasa sejak awal permainan.
Dari sisi cerita, Lord of Hatred juga mendapat respons positif. GameSpot menyebut ekspansi ini memadukan peningkatan kualitas hidup, dua class kuat, dan narasi emosional yang membuatnya terasa seperti titik tinggi baru untuk Diablo IV. Wccftech bahkan menilai ekspansi ini menghadirkan salah satu cerita terbaik dalam sejarah franchise, terutama karena arc Mephisto akhirnya terasa punya bobot dan penutup yang memuaskan.
Untuk pemain Indonesia, tambahan Paladin dan Warlock jelas jadi nilai jual besar. Paladin cocok untuk pemain yang suka karakter defensif, suci, dan kuat dalam pertarungan jarak dekat. Warlock lebih cocok untuk pemain yang ingin gaya bermain gelap, agresif, dan penuh summon. Kombinasi keduanya membuat ekspansi ini terasa lebih menarik untuk pemain lama maupun pemain yang baru ingin kembali ke Sanctuary.
Sisi lain yang patut diapresiasi adalah pembaruan sistem. Metacritic merangkum bahwa Lord of Hatred membawa overhauled endgame, sistem transmutation lewat Horadric Cube, serta bonus set yang memperkaya cara membangun karakter. Ini penting karena salah satu kritik lama Diablo IV adalah endgame yang terasa cepat repetitif. Dengan ekspansi ini, Blizzard tampak berusaha membuat proses grinding lebih punya arah.
Namun, ekspansi ini belum sempurna. PC Gamer masih mencatat bahwa kedalaman endgame Diablo IV belum sepenuhnya menyamai kompetitor seperti Path of Exile. Artinya, meskipun Lord of Hatred membuat Diablo IV jauh lebih menarik, pemain hardcore yang mengejar endgame sangat kompleks mungkin masih akan merasa ada ruang untuk pengembangan.
Secara umum, Diablo IV: Lord of Hatred adalah ekspansi yang terasa penting, bukan sekadar DLC tambahan. Ia memperbaiki banyak fondasi, menambah class yang kuat secara identitas, dan memberi Diablo IV arah yang lebih matang. Untuk pembaca Indonesia yang menyukai ARPG, loot grinding, dan build eksperimen, ini adalah salah satu review game paling relevan untuk dipublikasikan sekarang.
Kelebihan
- Dua class baru, Paladin dan Warlock, memberi variasi besar dalam gameplay.
- Campaign Mephisto disebut lebih emosional dan memuaskan.
- Skill tree, crafting, dan endgame mendapat peningkatan besar.
- Cocok untuk pemain lama yang ingin kembali ke Diablo IV.
Kekurangan
- Endgame masih belum sedalam kompetitor ARPG paling hardcore.
- Tetap membutuhkan base game Diablo IV untuk dimainkan.
- Harga ekspansi bisa terasa cukup tinggi untuk pemain kasual.
Komentar
Posting Komentar