Review Life is Strange: Reunion: Nostalgia Max dan Chloe Kembali, Tapi Finalenya Tidak Sepenuhnya Meyakinkan

 Di atas kertas, Life is Strange: Reunion punya semua bahan untuk jadi artikel review yang kuat: nama besar, karakter ikonik, dan momentum yang masih sangat baru. Square Enix memasarkan game ini sebagai penutup kisah Max dan Chloe, dengan latar Caledon University yang terancam musnah oleh kebakaran besar dalam tiga hari. Untuk mencegah tragedi itu, Max kembali memakai kekuatan Rewind, sementara Chloe hadir sebagai karakter playable kedua. Premis ini langsung memberi daya tarik besar untuk pembaca Indonesia yang mengikuti seri ini sejak game pertama.


Kekuatan utama Reunion tetap ada pada identitas khas seri ini: drama karakter, pilihan dialog, dan kekuatan waktu yang dipakai untuk memecahkan misteri. GamesRadar mencatat bahwa kembalinya kemampuan rewind Max masih menjadi sisi gameplay yang paling menyenangkan, terutama saat dipakai untuk puzzle dan investigasi. Chloe juga memberi warna berbeda karena tidak memiliki kekuatan supranatural, sehingga interaksi dan pendekatannya terasa lebih membumi. Secara konsep, duet ini seharusnya jadi kombinasi yang sangat kuat.

Masalahnya, beberapa media besar justru melihat Reunion sebagai game yang terlalu berat memikul nostalgia. GamesRadar menilai cerita game ini terasa tidak konsisten, terlalu sibuk merapikan benang merah dari game-game sebelumnya, dan akhirnya gagal membangun finale yang benar-benar memuaskan. TechRadar bahkan lebih keras: mereka mengkritik Reunion karena terlalu banyak melakukan retcon, mengurangi bobot keputusan lama pemain, dan membuat emosi besarnya terasa kurang sampai. Ini membuat game tersebut lebih kuat sebagai “momen reuni” daripada sebagai penutup cerita yang benar-benar matang.

Dari sisi gameplay, Reunion juga tidak sepenuhnya berkembang sejauh yang diharapkan. GamesRadar menyebut penggunaan rewind masih menarik, tetapi implementasinya terbatas, dan beberapa area terasa dipakai ulang sehingga petualangannya tidak selalu terasa segar. TechRadar menyorot eksplorasi yang kurang kaya dan presentasi visual yang dianggap terlalu steril untuk ukuran game naratif modern. Jadi, kalau dibandingkan dengan potensi cerita dan nama besar karakternya, bagian interaktif Reunion terasa agak aman dan kurang berani.

Kelebihan

  • Max dan Chloe kembali jadi pusat cerita, yang jelas menarik untuk fans lama.
  • Mekanik Rewind masih jadi elemen gameplay paling kuat.
  • Konsep dual protagonist memberi variasi sudut pandang.

Kekurangan

  • Cerita dinilai terlalu kacau dan terlalu bergantung pada nostalgia.
  • Beberapa keputusan lama pemain terasa kehilangan bobot.
  • Eksplorasi, pacing, dan presentasi dinilai kurang konsisten.

Sumber Referensi

Komentar