Review The Occultist: Horor Investigasi yang Atmosferiknya Kuat, Tapi Scare Factor dan Gameplay-nya Belum Sepenuhnya Nendang

 Di tengah rilis game April 2026 yang mulai padat, The Occultist hadir membawa pendekatan yang cukup berbeda dari horor aksi kebanyakan. Kamu bermain sebagai Alan Rebels, penyelidik paranormal yang pergi ke pulau misterius Godstone untuk mencari jawaban atas hilangnya sang ayah. DALOAR dan Daedalic memosisikan game ini sebagai horor psikologis first-person yang lebih menekankan ketegangan, ritual, memori, dan penjelajahan ketimbang pertempuran langsung.

Daya tarik paling besar game ini ada pada atmosfer. Situs resmi dan materi rilis Daedalic sama-sama menonjolkan lingkungan Godstone yang terasa rusak, sunyi, dan penuh jejak masa lalu, sementara review dari Bloody Disgusting juga menilai game ini cukup berhasil membangun rasa tidak nyaman lewat investigasi supranatural yang pelan dan intens. Buat pembaca Indonesia yang suka horor model “slow burn”, ini nilai jual yang cukup kuat karena The Occultist tidak mengandalkan jumpscare terus-menerus.

Dari sisi gameplay, The Occultist membawa kombinasi exploration, puzzle-solving, dan stealth. Di situs resminya, game ini secara eksplisit menyebut Alan menghindari direct combat dan harus maju dengan mekanik sembunyi serta investigasi. Di atas kertas, konsep ini menjanjikan. Masalahnya, review awal menunjukkan eksekusinya belum sepenuhnya matang. PSU menilai game ini kekurangan ketegangan dan fun factor, sementara GameSpew melihatnya cukup layak untuk penggemar adventure naratif, tetapi tidak cukup kuat untuk jadi horor besar bulan ini.

Pola kritik yang paling sering muncul adalah soal gameplay yang terasa aman. Gamer Social Club memuji puzzle, audio, dan lore-nya, tetapi juga menyorot dialog yang kadang terasa stale dan replay value yang tipis. WayTooManyGames juga melihat ada ide menarik di balik investigasi supranaturalnya, namun mekaniknya masih terasa undercooked dan logikanya sesekali goyah. Kalau disimpulkan secara editorial, The Occultist terlihat seperti game yang punya identitas jelas, tetapi belum cukup tajam untuk memaksimalkan semua potensi premisnya.

Untuk market Indonesia, posisi game ini cukup jelas. The Occultist cocok untuk pemain yang suka horor naratif, eksplorasi, dan puzzle dengan nuansa gelap, tetapi kurang ideal buat pembaca yang mencari pengalaman horor yang benar-benar menakutkan atau gameplay yang agresif. Metacritic saat ini merangkum penerimaan awalnya sebagai mixed or average dengan skor 66, yang sejalan dengan kesan bahwa game ini punya atmosfer bagus, namun kualitas totalnya belum cukup konsisten.

Kelebihan

  • Atmosfer dan setting Godstone cukup kuat untuk membangun ketegangan.
  • Fokus investigasi dan puzzle memberi warna berbeda dibanding survival horror aksi.
  • Audio dan lore mendapat apresiasi dari beberapa review awal.

Kekurangan

  • Scare factor dan gameplay inti dinilai belum maksimal.
  • Stealth dan interaksi supranatural terasa belum digarap sedalam potensinya.
  • Replay value tipis dan beberapa dialog terasa kurang kuat.

Sumber Referensi

  • Situs resmi The Occultist — konsep game, fitur survival horror, stealth, dan atmosfer.
  • Daedalic Entertainment — pengumuman resmi game sudah rilis pada 8 April 2026.
  • Metacritic — rangkuman penerimaan kritikus awal dan Metascore.
  • Bloody Disgusting — review awal yang menyorot sisi investigasi dan atmosfer horor.
  • PlayStation Universe — review versi PS5 yang lebih kritis pada scare factor dan fun factor.
  • GameSpew — review yang menilai game ini cukup enjoyable untuk penggemar adventure naratif. 
  •  

    Komentar