Review Tides of Tomorrow: Game Naratif Unik di Dunia Plastik, Tapi Tidak Semua Pilihannya Terasa Kuat

 Tides of Tomorrow menjadi salah satu game naratif paling menarik untuk dibahas pekan ini. Game garapan DigixArt, studio di balik Road 96, membawa pemain ke dunia pasca-apokaliptik yang tenggelam oleh laut dan limbah plastik. Game ini resmi rilis pada 22 April 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

Daya tarik utamanya ada pada sistem asynchronous multiplayer narrative, yaitu cerita pemain bisa dipengaruhi oleh keputusan pemain lain. Polygon menyebut konsep sosial ini sebagai salah satu elemen paling cerdas dari game, karena pengalaman single-player tetap terasa seperti perjalanan bersama komunitas yang lebih besar.

Dari sisi cerita, Tides of Tomorrow mengambil latar dunia “plasticpunk” yang rusak oleh pencemaran, penyakit, dan perebutan sumber daya. Pemain berperan sebagai Tidewalker, menjelajahi pulau-pulau berbeda sambil menghadapi faksi, dilema moral, dan konsekuensi dari pilihan sebelumnya. GamesRadar menggambarkannya sebagai game petualangan naratif yang lebih fokus pada pilihan cerita daripada statistik RPG tradisional.

Gameplay-nya kuat saat pemain membaca situasi, memilih dialog, dan melihat bagaimana keputusan orang lain mengubah kondisi dunia. GameSpot menilai ide utamanya sangat menarik, terutama saat pemain “mengikuti jejak” orang lain, tetapi fitur tersebut kadang juga bisa mengganggu fokus cerita pribadi.

Secara penerimaan kritikus, hasilnya cukup positif tetapi tidak bulat. Metacritic mencatat skor sekitar 71 untuk salah satu versi platform, dengan respons yang masuk kategori mixed or average, sementara beberapa review PC memberi nilai lebih tinggi untuk konsep dan worldbuilding-nya.

Untuk pembaca Indonesia, Tides of Tomorrow cocok untuk gamer yang suka cerita bercabang, pilihan moral, dan dunia unik, bukan untuk pemain yang mencari aksi cepat atau combat kompleks. Game ini kuat sebagai pengalaman naratif sosial, tetapi masih punya kelemahan pada pacing dan beberapa bagian gameplay yang terasa kurang menggigit.

Kelebihan

  • Konsep cerita yang dipengaruhi keputusan pemain lain terasa segar.
  • Dunia plasticpunk punya tema kuat dan relevan dengan isu lingkungan.
  • Cocok untuk penggemar game naratif seperti Road 96.

Kekurangan

  • Fitur sosial kadang mengganggu fokus cerita pribadi.
  • Tidak cocok untuk pemain yang mencari gameplay aksi intens.
  • Penerimaan kritikus belum sepenuhnya konsisten. 

Sumber Referensi

Komentar