Panduan Anno 117 Prophecies of Ash: Cara Bertahan dari Gunung Berapi, Menimbun Resource, dan Memaksimalkan Buff Bloom Phase
Anno 117: Pax Romana – Prophecies of Ash menjadi salah satu topik strategi paling baru minggu ini karena Xbox Wire baru memuat panduan resmi dari developer pada 21 April 2026, menjelang perilisan DLC pada 23 April 2026. DLC ini memperluas provinsi Latium dengan pulau baru Cinis, yang disebut sebagai pulau terbesar dalam sejarah seri Anno, sekaligus menghadirkan gunung berapi aktif yang bisa memberi debuff dan buff ke peradabanmu.
Buat pembaca Indonesia, topik ini sangat cocok untuk rubrik Panduan & Tips karena inti tantangannya jelas dan praktis: kamu tidak hanya membangun kota, tetapi juga harus belajar hidup berdampingan dengan letusan, hujan batu api, musim abu vulkanik, dan fase tanah subur setelah erupsi. Karena mekanik vulkanik menjadi pusat DLC, artikel panduan jauh lebih berguna daripada sekadar berita rilis.
1. Pahami dulu ancaman dan peluang dari gunung berapi
Menurut Xbox Wire, gunung berapi di Cinis akan meletus secara berkala dan memicu beberapa fase: tremor yang merusak bangunan, batu api yang jatuh dari langit, abu vulkanik yang menutupi pulau, hingga Bloom Phase saat tanah yang dipupuk abu memberi peningkatan produktivitas untuk bangunan pertanian. Artinya, gunung berapi di DLC ini bukan sekadar ancaman pasif, tetapi sistem utama yang harus kamu baca dan manfaatkan.
Dari sudut pandang panduan, ini berarti pola main paling aman bukan “coba tahan semuanya dengan bangunan”, melainkan siapkan kota untuk bertahan saat fase buruk, lalu dorong produksi saat fase baik. Itulah ritme yang paling masuk akal untuk pemain baru maupun lama.
2. Langkah pertama sebelum mulai: atur pengalamanmu sendiri
Tips resmi pertama dari developer adalah mengatur setting gunung berapi lebih dulu. Sebelum erupsi pertama terjadi, pemain bisa menyesuaikan seberapa kuat tremor awal, apakah batu vulkanik mengandung obsidian, dan apakah ingin tutorial untuk memandu konten baru. Developer juga menyarankan pemain memakai layar ini untuk memahami aspek utama DLC lebih dulu.
Untuk pembaca Indonesia, ini penting karena tidak semua pemain ingin tingkat gangguan yang sama. Kalau tujuanmu adalah menikmati DLC sambil belajar pelan-pelan, memulai dari setting yang lebih ramah adalah pilihan bijak. Kalau kamu justru ingin tantangan penuh sejak awal, kamu bisa menaikkan tekanannya.
3. Fire Station bukan aksesori, tetapi fondasi bertahan hidup
Developer menaruh Fire Stations sebagai tips kedua, dan alasannya sangat masuk akal. Saat hujan batu dan api turun ketika erupsi, fire station membantu membatasi kerusakan akibat kebakaran. Selain itu, Xbox Wire juga menyebut bahwa shrine dari dewa seperti Neptune atau Vulcan bisa meningkatkan keselamatan dari api di area tertentu jika fervour-mu cukup tinggi.
Pelajaran paling penting dari bagian ini justru kalimat kunci developer: kamu tidak bisa melawan alam. Erupsi dan fase musim dingin vulkanik tetap akan merusak bagian kota dan mengganggu ekonomi. Jadi, tujuanmu bukan mencegah semuanya, tetapi mengurangi kerusakan agar kotamu cepat pulih.
4. Prioritas utama: timbun resource sebelum musim abu datang
Tips ketiga dari developer sangat jelas: stockpile resources. Menurut Xbox Wire, musuh terbesar bukan hanya kehancuran fisik, tetapi juga debuff produksi pada tambang, pertanian, dan perikanan selama fase musim dingin vulkanik. Karena itu, pemain disarankan memastikan gudang penuh dengan kebutuhan pokok penduduk, meningkatkan trading post, dan membangun depot untuk menambah kapasitas penyimpanan.
Developer juga menjelaskan bahwa pilihan dewa bisa membantu produksi: Vulcan untuk barang tambang, Ceres untuk hasil pertanian, dan Neptune untuk hasil perikanan. Buat pemain yang ingin bermain aman, prioritas terbaik sebelum erupsi adalah memastikan tiga rantai kebutuhan dasar ini tidak rapuh.
5. Obsidian adalah kunci progres, bukan sekadar resource tambahan
Setelah setiap erupsi, deposit obsidian di pit dan quarry akan terisi ulang, asalkan kamu sudah meneliti teknologi yang dibutuhkan. Xbox Wire menegaskan bahwa obsidian dipakai dalam dua production chain baru yang memberi bonus tambahan bagi populasi dan membantu mereka menjadi lebih tahan terhadap debuff fase vulkanik.
Lebih dari itu, obsidian juga bisa diperdagangkan kepada trader Caecilia untuk mendapatkan specialist baru. Specialist ini bisa membuka produksi barang pertanian, tambang, dan perikanan yang normalnya tidak tersedia di sebuah pulau. Secara praktis, ini membuat obsidian menjadi resource strategis yang memberi fleksibilitas ekonomi, bukan hanya barang koleksi.
6. Bloom Phase adalah momen terbaik untuk lonjakan produksi
Salah satu bagian paling menarik dari DLC ini adalah Bloom Phase. Menurut developer, setelah setiap erupsi, abu vulkanik akan menyuburkan tanah dan memberi buff produktivitas untuk semua bangunan pertanian. Bahkan bonus ini dapat meningkat setiap kali kamu berhasil melewati erupsi, hingga mencapai 50 persen.
Buat pemain Indonesia yang suka city builder dan optimasi, inilah momen yang seharusnya dimaksimalkan. Artinya, pendekatan terbaik bukan sekadar bertahan dari letusan, tetapi menyusun ekonomi agar siap meledak produksinya setelah letusan berakhir. Di DLC ini, penderitaan sebelum erupsi justru menjadi investasi untuk fase panen sesudahnya.
7. Kalau terlalu ribet, mekanik gunung berapi bisa dimatikan
Developer bahkan memberi opsi untuk pemain yang hanya ingin membangun kota raksasa di Cinis tanpa gangguan. Melalui setting yang sama, kamu dapat menonaktifkan erupsi vulkanik sepenuhnya. Namun ada konsekuensinya: deposit obsidian tidak akan terisi ulang, sehingga kamu harus rela kehilangan production chain dan specialist baru yang bergantung pada resource itu.
Ini membuat pilihan setting bukan soal “mudah atau sulit” semata, tetapi soal gaya bermain. Kalau kamu ingin sandbox city-building yang lebih tenang, fitur ini masuk akal. Kalau kamu ingin menikmati inti desain DLC secara utuh, sebaiknya mekanik vulkanik tetap dinyalakan.
8. Urutan prioritas paling aman untuk pemain baru DLC ini
Kalau kamu baru masuk ke Prophecies of Ash, urutan prioritas paling aman adalah begini:
atur setting dulu, lalu bangun fire station, setelah itu penuhi gudang kebutuhan pokok, baru mulai memikirkan obsidian dan bagaimana memaksimalkan Bloom Phase. Urutan ini sepenuhnya mengikuti struktur tips resmi developer, dari Tip 1 sampai Tip 5.
Dengan pola ini, kamu tidak akan terjebak pada kesalahan klasik pemain strategy-builder: terlalu bersemangat mengejar resource baru, tetapi lupa bahwa fondasi kota harus siap menahan guncangan lebih dulu.
9. Kesalahan yang sebaiknya dihindari
Kesalahan pertama adalah menganggap kerusakan bangunan sebagai masalah utama. Padahal developer menegaskan bahwa debuff produksi ke tambang, farm, dan fishery justru lebih berbahaya dalam jangka menengah.
Kesalahan kedua adalah tidak menimbun kebutuhan pokok sebelum musim abu. Gudang penuh justru menjadi penyangga terpenting saat ekonomi mulai terguncang.
Kesalahan ketiga adalah melewatkan obsidian. Resource ini bukan bonus kecil, tetapi jalur menuju bonus populasi dan specialist yang memperluas pilihan produksimu.
Kesalahan keempat adalah mengabaikan Bloom Phase. Kalau kamu hanya fokus bertahan tanpa memanfaatkan buff pertanian sesudah erupsi, kamu kehilangan salah satu keuntungan terbesar DLC ini.
Sumber Referensi
Komentar
Posting Komentar