Directive 8020 menjadi salah satu game horor paling ramai dibahas pekan ini. Game terbaru dari Supermassive Games ini membawa seri The Dark Pictures Anthology ke arah baru: bukan lagi rumah berhantu, kutukan, atau legenda lokal, melainkan sci-fi horror di atas kapal luar angkasa Cassiopeia. Ceritanya mengikuti kru manusia yang menuju Tau Ceti f untuk mencari masa depan baru, sebelum misi berubah menjadi mimpi buruk akibat ancaman alien yang bisa menyamar dan memecah kepercayaan antaranggota kru.
Daya tarik terbesar Directive 8020 ada pada atmosfernya. Supermassive jelas mengambil inspirasi dari horor luar angkasa klasik seperti Alien dan The Thing: ruang sempit, kru yang saling curiga, dan ancaman yang tidak selalu bisa dikenali dari luar. PC Gamer memuji elemen body horror dan konsekuensi pilihan yang terasa lebih berani, sementara Shacknews menyebut game ini sebagai salah satu entri paling matang dalam sejarah Dark Pictures.
Dari sisi gameplay, perubahan paling penting adalah hadirnya sistem Turning Points. Fitur ini memungkinkan pemain kembali ke titik keputusan penting tanpa harus mengulang seluruh game, sehingga cocok untuk pemain yang ingin mengeksplorasi banyak cabang cerita. TechRadar mencatat bahwa game ini menyediakan dua pendekatan: Explorer, yang lebih memaafkan dengan rewind, dan Survivor, yang lebih dekat dengan pengalaman klasik tanpa mengubah keputusan.
Namun, perubahan ini juga membuat Directive 8020 terasa sedikit kontroversial. Di satu sisi, fitur rewind membuat game lebih ramah untuk pemain baru. Di sisi lain, sebagian pemain lama mungkin merasa tekanan khas Dark Pictures berkurang karena keputusan tidak lagi terasa sepenuhnya permanen. GamesRadar juga menilai implementasi stealth sebagai salah satu kelemahan utama: idenya menarik, tetapi eksekusinya belum konsisten dan beberapa bagian terasa repetitif.
Secara teknis, Directive 8020 tampil lebih sinematik dari banyak entri sebelumnya. TechRadar menyorot model karakter yang lebih detail, segmen first-person, dan pendekatan visual yang lebih modern. Namun, mereka juga mencatat bahwa beberapa area kapal terasa kosong, puzzle masih sederhana, dan stealth belum mencapai standar horor survival terbaik.
Untuk pembaca Indonesia, Directive 8020 cocok untuk gamer yang menyukai horor naratif, pilihan bercabang, dan suasana sci-fi yang menegangkan. Ini bukan game untuk pemain yang mencari combat besar atau eksplorasi luas. Nilai jualnya ada pada pilihan moral, rasa paranoia, dan kemungkinan karakter mati karena keputusan kecil. Jika kamu menyukai Until Dawn, The Quarry, atau game naratif horor sinematik, Directive 8020 tetap layak dilirik.
Penerimaan kritikus sejauh ini cenderung campuran ke positif. Metacritic menampilkan puluhan review kritikus, sementara OpenCritic melaporkan rata-rata sekitar 76 dan menyebut game ini sebagai pengalaman yang kembali memecah opini, khas seri Dark Pictures.
Kelebihan
- Atmosfer sci-fi horror kuat dengan nuansa Alien dan The Thing.
- Sistem Turning Points membuat eksplorasi cabang cerita lebih mudah.
- Body horror dan konsekuensi pilihan terasa lebih berani dari beberapa entri sebelumnya.
- Cocok untuk penggemar game horor naratif sinematik.
Kekurangan
- Stealth belum konsisten dan kadang repetitif.
- Puzzle masih sederhana.
- Fitur rewind bisa mengurangi tekanan bagi pemain lama.
- Tidak cocok untuk pemain yang mencari gameplay aksi intens.
Komentar
Posting Komentar