Review Heroes of Might and Magic: Olden Era — Strategi Klasik yang Bangkit Lagi dengan Formula yang Tepat

 Di tengah banyak game strategi modern yang mencoba tampil terlalu rumit, Heroes of Might and Magic: Olden Era justru menarik perhatian karena berani kembali ke akar klasiknya. Game buatan Unfrozen dan diterbitkan Hooded Horse ini masuk Early Access pada 30 April 2026 di PC, membawa kembali formula eksplorasi peta, manajemen kota, rekrutmen pasukan, pengembangan hero, dan pertarungan taktis berbasis hex grid. Steam menyebutnya sebagai prekuel resmi dari seri strategi legendaris ini, lengkap dengan mode solo dan multiplayer.

Hal yang membuat Olden Era terasa penting bukan hanya nostalgia. Dalam 24 jam pertama, game ini terjual lebih dari 250.000 kopi, balik modal pengembangan, dan meraih sekitar 90–91% ulasan positif dari ribuan review pengguna Steam. Angka ini menunjukkan bahwa pasar strategi klasik masih sangat kuat ketika formula lamanya diperbarui dengan rapi.

Dari sisi gameplay, Olden Era terasa seperti surat cinta untuk penggemar Heroes of Might and Magic III, tetapi bukan sekadar tiruan. PC Gamer menyebutnya bukan reimagining atau reinterpretasi yang memecah pendapat, melainkan game strategi yang memang bagus. Fondasinya tetap sama: pemain menjelajahi map, mengumpulkan resource, membangun kota, merekrut unit, lalu bertarung dengan positioning dan komposisi pasukan yang menentukan hasil perang.

Untuk pemain Indonesia yang suka strategi “pelan tapi dalam”, game ini punya daya tarik besar. Setiap keputusan kecil punya konsekuensi: kapan membangun ekonomi, kapan menambah pasukan, kapan menyerang musuh, dan kapan mengambil risiko membuka area baru. Enam faction yang tersedia juga membuat gaya bermain terasa beragam, karena tiap faction punya unit, wilayah, dan karakteristik strategi sendiri.

Namun, karena masih Early Access, Olden Era belum sepenuhnya bebas masalah. Beberapa review mencatat masih ada bug, campaign yang belum lengkap, serta kebutuhan polish untuk fitur tertentu. Metacritic juga belum memberi Metascore final karena jumlah review kritikus masih terbatas, walau ringkasan awalnya menyebut game ini sebagai kebangkitan kuat untuk seri strategi legendaris.

Secara keseluruhan, Heroes of Might and Magic: Olden Era adalah contoh bagus bahwa game strategi klasik masih bisa relevan di 2026. Ia tidak mencoba membuang identitas lamanya, tetapi memperbaruinya agar lebih nyaman dimainkan. Untuk pembaca Indonesia, game ini cocok untuk pemain yang suka strategi berbasis giliran, pengembangan kerajaan, dan pertarungan taktis yang menuntut perencanaan.

Kelebihan

  • Formula klasik Heroes terasa hidup lagi tanpa kehilangan identitas.
  • Respons awal pemain sangat kuat: 250.000 kopi terjual dalam 24 jam dan sekitar 90–91% review positif.
  • Faction, unit, resource, dan hex combat memberi kedalaman strategi yang solid.
  • Cocok untuk fans strategi klasik dan pemain baru yang ingin mencoba taktik turn-based.

Kekurangan

  • Masih Early Access, jadi bug dan polish belum sepenuhnya selesai.
  • Campaign belum terasa final karena game masih dalam pengembangan.
  • Kurva belajar bisa cukup tinggi untuk pemain yang belum familiar dengan seri Heroes.

Sumber Referensi

Komentar