Review Saros: Shooter Sci-Fi PS5 yang Brutal, Cepat, dan Jadi Kandidat GOTY 2026

 Saros adalah game terbaru dari Housemarque, studio yang sebelumnya dikenal lewat Returnal. Kali ini, pemain berperan sebagai Arjun Devraj, seorang Soltari Enforcer yang menjelajahi planet misterius Carcosa untuk mencari jawaban di tengah dunia yang terus berubah. Sony menyebut Saros sebagai pengalaman single-player action yang “gameplay-first”, dan dari respons awal kritikus, pendekatan itu tampaknya berhasil besar.

Daya tarik utama Saros ada pada perpaduan third-person shooter, bullet hell, dan roguelite. GameSpot menyebut Saros sebagai game fenomenal yang membalik formula roguelite Housemarque dan meningkatkan hampir semua elemen dari pendahulu spiritualnya, Returnal. Bedanya, Saros terasa lebih ramah untuk pemain baru karena progres permanen membuat setiap kematian tetap memberi perkembangan nyata.

Dari sisi gameplay, mekanik Soltari Shield menjadi pembeda penting. GamesRadar menjelaskan bahwa shield ini memungkinkan Arjun menyerap dan memantulkan serangan, membuat pemain tidak hanya fokus menembak, tetapi juga membaca pola musuh dan mengatur tempo bertahan. Hasilnya, Saros terasa agresif, cepat, tetapi tetap memberi ruang strategi.

Visual dan atmosfer juga menjadi kekuatan besar. Housemarque menyebut Saros sebagai evolusi dari pengalaman “gameplay-first” mereka, sementara The Verge menyorot bagaimana studio ini tidak mengejar realisme kosong, melainkan memakai kekuatan PS5 untuk memperkuat rasa bermain, efek partikel, haptic feedback, dan emosi dunia Carcosa.

Untuk pembaca Indonesia, Saros cocok bagi gamer yang menyukai aksi cepat, tantangan tinggi, sci-fi gelap, dan gameplay yang menuntut refleks. Namun, game ini tetap bukan untuk semua orang. Format roguelite berarti pemain harus siap mengulang run, belajar dari kegagalan, dan menerima tekanan tinggi dalam tiap pertarungan. Polygon bahkan menilai Saros sedikit “overcorrect” dari Returnal: lebih mudah diakses, tetapi sebagian tantangan dan cerita tidak selalu sekuat pendahulunya.

Secara keseluruhan, Saros adalah salah satu rilisan PS5 paling kuat tahun ini. Dengan skor awal tinggi, gameplay intens, dan identitas visual yang menonjol, game ini sangat layak dijadikan bahan review utama untuk majalah game Indonesia minggu ini.

Kelebihan

  • Gameplay third-person shooter cepat, responsif, dan sangat memuaskan.
  • Sistem progres permanen membuat format roguelite lebih ramah dibanding Returnal.
  • Visual Carcosa, efek partikel, dan sensasi PS5 terasa kuat.
  • Respons kritikus awal sangat positif, dengan Metacritic sekitar 88.

Kekurangan

  • Tetap menuntut refleks tinggi dan tidak cocok untuk semua pemain.
  • Cerita dinilai tidak selalu sekuat ambisi gameplay-nya.
  • Saat ini hanya tersedia di PS5, jadi pemain PC dan Xbox harus menunggu kepastian rilis lain.

Sumber Referensi

Komentar