Valve kembali jadi sorotan setelah laporan terbaru menyebut perusahaan tersebut mengimpor sekitar 50 ton perangkat berlabel “Game Consoles” ke Amerika Serikat hanya dalam dua hari, yakni 30 April–1 Mei 2026. The Verge menilai pola pengiriman ini bisa menjadi indikasi bahwa Steam Machine atau Steam Frame mulai masuk tahap distribusi awal, meski Valve belum mengumumkan tanggal rilis final.
Kabar ini makin menarik karena Steam Controller generasi baru juga langsung ludes di banyak wilayah setelah penjualan dibuka pada 4 Mei 2026. PC Gamer melaporkan stok Australia pun akhirnya habis pada 5 Mei 2026, sementara GamesRadar mencatat penjualan awal di Amerika Utara sempat memicu masalah server dan munculnya listing reseller di atas harga resmi.
Kenapa ini penting?
Valve sebelumnya sudah menyiapkan keluarga Steam Hardware yang terdiri dari Steam Controller, Steam Machine, dan Steam Frame. Halaman resmi Steam menyebut lini hardware ini ditujukan untuk memperluas pengalaman Steam ke lebih banyak bentuk perangkat gaming.
Jika benar sebagian pengiriman terbaru itu berisi Steam Machine, artinya Valve sedang bergerak menuju fase peluncuran perangkat gaming ruang keluarga berbasis SteamOS. Namun, perlu dicatat: The Verge juga menegaskan masih ada kemungkinan sebagian kiriman tersebut adalah Steam Deck, karena kategori impor yang digunakan sama-sama “Game Console.”
Dampaknya untuk gamer Indonesia
Untuk pembaca Indonesia, kabar ini penting karena Steam Machine bisa menjadi alternatif menarik di antara PC gaming, konsol, dan handheld. Jika perangkat ini masuk pasar global dengan harga kompetitif, gamer yang sudah punya banyak game di Steam bisa mendapat opsi baru untuk bermain di TV tanpa harus merakit PC sendiri.
Namun, ketersediaan Indonesia kemungkinan tetap bergantung pada jalur distribusi, impor, pajak, dan stok global. Melihat Steam Controller yang cepat habis, perangkat Steam Hardware berikutnya juga berpotensi sulit didapat pada fase awal.
Sumber Referensi
Komentar
Posting Komentar